Yayoi Kusama
Jalan

Keindahan Halusinasi Yayoi Kusama di Museum MACAN

on
19 Juli 2018

Seni merupakan sebuah kreativitas tanpa batas yang dihasilkan dari tangan-tangan ajaib. Keindahan dari karya seni pun terkadang tidak bisa dirasakan oleh semua orang karena seni bersifat subjektif. Ya, kali ini saya akan membagikan pegalaman saya saat mengunjungi salah satu pameran seni yang sangat indah dari salah seorang seniman Jepang. Pada 9 Juni – 3 September 2017 lalu, karya-karya seni beliau dipamerkan di National Gallery Singapore dan mengundang khalayak ramai untuk melihatnya. Warna-warni dan garis dituangkan pada sebuah kanvas sehingga menghasilkan karya yang sangat indah. Motif polkadot yang menjadi ciri khas dari sang seniman pun mampu menghipnotis para pengunjung dan terpana. Yup, beliau adalah Yayoi Kusama. Karya-karya seni beliau kini dipamerkan di salah satu museum yang ada di Jakarta, Museum Macan.

Baca juga: Suasana Bali, Tapi Tetap Di Jakarta? Kunjungi Pura Aditya Jaya Rawamangun

Yayoi Kusama

Dots Obsession | Sumber: jajakarama.com

Biografi Yayoi Kusama
Yayoi Kusama

Yayoi Kusama | Sumber: id.wikipedia.org

Yayoi Kusama adalah seorang seniman kontemporer Jepang yang termasuk dalam salah satu seniman paling ternama di dunia dan masih hidup sampai saat artikel ini dibuat. Kusama (begitu sapaan beliau) memiliki karya yang berpusat pada pematungan dan instalasi. Lukisan, patung, video, dan infinity mirrored rooms buatannya telah memasuki budaya pop global. Setiap hasil karya beliau sarat akan unsur feminisme, minimalisme, surealisme, yang dipadukan dengan otobiografi, psikologis, dan seksual.

Yayoi Kusama lahir di Matsmumoto, Nagano. Jepang pada 22 Maret 1929. Saat berusia sepuluh tahun, Kusama mengalami halusinasi nyata yang disebut Rijinsho. Penyakit yang di derita oleh Kusama kerap kali membuatnya melihat kilatan cahaya, aura warna-warni, polkadot, hingga bunga yang berbicara padanya. Oleh sebab itu, setiap karya yang diciptakan oleh beliau merupakan gambaran bagaimana kondisi dunia dari mata seorang Yayoi Kusama. Siapa yang menyangka, bahwa sebuah penyakit gangguan kejiwaan tersebut mampu membuatnya menjadi seorang seniman yang diperhitungkan keberadaannya.

Baca juga: Warna-Warni Keindahan Karya Seni di Art Jog

Karyanya dipamerkan di Museum MACAN
Yayoi Kusama

Buku Panduan dan Tiket Masuk Museum MACAN | Sumber: jajakarama.com

Bagi sebagian orang mungkin sudah pernah melihat karya seni beliau yang dipamerkan di National Gallery Singapore pada tahun lalu. Saya sendiri sangat menyesal karena di tahun tersebut belum mengetahui mengenai pameran yang digelar ini. Namun siapa sangka, kalau ternyata karya-karya beliau akhirnya bisa dinikmati oleh para penikmat seni yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Diadakan mulai dari 12 Mei – 9 September 2018, karya Yayoi Kusama dipamerkan di Museum MACAN. Eits, jangan salah sama namanya ya, MACAN merupakan singkatan dari Modern and Contemporary Art in Nusantara. Jadi, jangan membayangkan kalau isi museum ini adalah semua hal tentang Macan.

Untuk kategori tiketnya terbagi menjadi tiga, yaitu:

Kategori Harga
Dewasa Rp100.000,00
Pelajar/Mahasiswa Rp90.000,00
Anak-anak Rp80.000,00

Kamu harus menunjukkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa untuk dapat memanfaatkan keuntungan potongan harga sebesar Rp 10.000,00 tersebut. Dan disarankan agar kamu membeli tiketnya secara online saja mengingat banyaknya peminat yang akan mendatangi pameran ini dan antrian yang panjang. Beli tiket onlinenya disini: Tiket Online Life Is The Heart Of The Rainbow. Kamu bisa datang di hari apapun ke Museum MACAN untuk menikmati karya Yayoi Kusama yang bertema “Life Is The Heart Of A Rainbow” karena Museum MACAN beroperasi setiap hari dari Pukul 10:00 – 20:00 WIB. Tapi ada beberapa area yang memiliki batas maksimum kunjungan hanya sampai Pukul 18.00 saja. Jadi saya sarankan kamu datangnya jangan terlalu sore ya, agar kamu bisa menikmati setiap karya Yayoi Kusama.

Tata tertib yang harus dipatuhi di Museum MACAN
Yayoi Kusama

The Spirits of The Pumpkins Descended Into The Heavens | Sumber: jajakarama.com

Sebagaimana sebuah Art Gallery pada umumnya, Museum MACAN juga memiliki beberapa tata tertib yang harus dipatuhi oleh para pengunjungnya. Hal ini bertujuan demi kenyamanan dan juga menjaga agar karya seni dari seniman tetap terjaga, alias tidak rusak. Pada dasarnya, peraturan yang cukup mencolok adalah pengunjung tidak diperbolehkan membawa kamera SLR, DSLR, ataupun Mirrorless ke dalam ruang pamer. Pengunjung hanya dipersilakan mengambil gambar dengan kamera ponsel saja. Hal ini tentu berbeda dengan pameran Yayoi Kusama di National Gallery Singapore yang masih memperbolehkan pengunjungnya membawa kamera profesional ke dalam ruang pamer. Untuk lengkapnya, berikut tata tertib yang harus dipatuhi di Museum MACAN:

  1. Selalu simpan tiket anda. Pengecekan bisa sewaktu-waktu dilakukan di area pameran.
  2. Masuklah ke area pameran sesuai waktu yang tertera pada tiket.
  3. Dilarang membawa segala jenis kamera, termasuk DSLR, SLR, Mirrorless, dan Polaroid.
  4. Dilarang mengambil foto dengan menggunakan flash.
  5. Hanya kamera ponsel yang diizinkan untuk dibawa ke area pameran.
  6. Dilarang membawa segala jenis alat bantu atau perlengkapan fotografi seperti tripod, monopod, dan tongkat swafoto.
  7. Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam area pameran.
  8. Demi keamanan dan kenyamanan, semua barang bawaan harus diperiksa di pintu masuk.
  9. Semua barang yang berukuran lebih besar dari 32 x 24 x 15 cm harus disimpan di penitipan barang.
  10. Jangan menyentuh karya seni.
  11. Berbicaralah dengan lembut dan atur ponsel ke mode senyap, jangan melakukan percakapan telepon di dalam area pameran.
  12. Berjalanlah dengan tenang.
  13. Dilarang berlari dan memakai sepatu roda.
  14. Diperbolehkan menggambar sketsa dengan pensil di area pameran, dengan buku yang berukuran tidak lebih dari 22 x 28 cm (A4) dan arang, krayon, spidol permanen, cat air, cat minyak serta benda tajam tidak diperbolehkan di area museum.
  15. Staf museum dan pengunjung museum berhak atas lingkungan yang aman yang bebas dari kekerasan, penganiayaan, atau perilaku yang mengancam.
  16. Staf berhak mengeluarkan pengunjung dari area museum atas alasan-alasan tersebut.

Secara tertulis memang cukup banyak ya peraturannya, sampai 16 lho. Tapi itu semua sangat mudah untuk dilakukan kok. So, jadilah pengunjung yang cerdas dengan mentaati semua tata tertib yang ada ya guys.

Yayoi Kusama

Polkadot dan Rama | Sumber: jajakarama.com

Beberapa karya seni Yayoi Kusama

Seperti yang sudah dijelaskan di awal kalau karya Yayoi Kusama berpusat pada pematungan dan instalasi. Dan itulah yang menjadi daya tarik dari setiap karya yang diciptakan oleh beliau. Berikut beberapa karya dari Yayoi Kusama yang berupa pematungan dan lukisan pada “Life Is The Heart Of A Rainbow” di Museum MACAN:

Yayoi Kusama

Flowers That Blooms at Midnight | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama

Narcissus Garden | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama

Infinity Nets | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama

Pollen | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama

Left-over Snow in The Dream | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama

Pumpkin FOPKK | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama

My Eternal Soul | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama

Great Gigantic Pumpkin | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama dan Infinity Rooms

Karya selanjutnya yang diciptakan oleh Yayoi Kusama untuk kategori instalasi adalah infinity rooms. Kamu dapat mengabadikan diri kamu di empat buah infinity rooms yang ada di Museum MACAN. Berikut detailnya:

Yayoi Kusama

Infinity Rooms – Dots Obsession | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama

I Want To Love On The Festival Night | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama

Infinity Room – Brilliance of The Souls | Sumber: jajakarama.com

Yayoi Kusama

The Spirits of The Pumpkins Descended Into The Heavens | Sumber: jajakarama.com

Penasaran? Datang saja ke Kebon Jeruk
Yayoi Kusama

Polkadot dan Rama Part II | Sumber: jajakarama.com

Ya, kurang lebih itulah pengalaman saya saat menghadiri pameran “Life Is The Heart Of A Rainbow” dari Yayoi Kusama. Kamu tertarik untuk mengunjunginya juga? Berikut tips dari saya jika kamu ingin datang ke sini:

  1. Untuk kedua kalinya saya mengingatkan agar kamu beli tiketnya online saja sehingga tidak perlu mengantri untuk membeli tiket.
  2. Datang di jam pertama yaitu Pukul 10.00 atau paling lambat Pukul 12.00 kamu sudah masuk ke dalam area pameran.
  3. Jangan menggunakan pakaian dengan motif yang terlalu ramai.

Berikut alamat Museum MACAN:

AKR Tower Level MM

Jl. Perjuangan No.5 RT11/RW10

Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat

Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia – 11530

instagram: Official Instagram Museum MACAN

TAGS
RELATED POSTS
62 Comments
  1. Balas

    cha

    20 Juli 2018

    wah keren ya, itu jalan nya gak pusing? sabtu kemaren diajakin tapi lom sempet, hiks jadi pengen kesana.

    • Balas

      Rama Murtaba

      20 Juli 2018

      Pusing karena motifnya maksudnya ya? Gak kok pastinya. Justru malah bikin penasaran dan pengen mengunjunginya lagi.

  2. Balas

    Tuty prihartiny

    20 Juli 2018

    Beberapa waktu lalu saya membaca buku tentang person dengan gangguan kejiwaan yang hebat menghasilkan karya seni yang juga hebat seperti Yayoi Kusama. Terimakasih untuk Museum Macan yang memberikan ruang pertunjukan untuk karya tersebut

    • Balas

      Rama Murtaba

      20 Juli 2018

      Siapa kak nama senimannya kalau ingat?

  3. Balas

    Maria Widjaja

    20 Juli 2018

    Semoga semakin banyak ruang tersedia untuk apreasiasi karya seni di ibu kota.

    • Balas

      Rama Murtaba

      20 Juli 2018

      Sudah banyak kok art gallery di jakarta yang bisa dikunjungi.

  4. Balas

    Yunita Tresnawati

    21 Juli 2018

    Rama, ini keren banget. Aku pernah baca biografi Yayoi Kusama yang nyentrik itu. Tapi tiketnya agak mahal juga yaa

    • Balas

      Rama Murtaba

      22 Juli 2018

      iya kak yun, harga tiketnya agak mahal sih tapi worth it kok untuk liat karya-karyanya di sana. kalau dari sudut pandang saya malah peraturannya yang super ketat melebihi waktu di National Gallery Singapore.

  5. Balas

    Taumy

    23 Juli 2018

    Ulasannya lengkap, mulai dari koleksi, HTM dan aturan berkunjung. Jadi ingin ke Museum MACAN.

    • Balas

      Rama Murtaba

      23 Juli 2018

      Dateng aja bang. Masih ada kok pamerannya sampai 9 september 2018.

  6. Balas

    Galuh

    23 Juli 2018

    Berarti sudah habis dong pameran dari Yayoi nya? bakalan dateng lagi gak tuh

    • Balas

      Rama Murtaba

      23 Juli 2018

      Masih ada kok bang pamerannya. Sampai 9 september 2018.

  7. Balas

    Antin Aprianti

    23 Juli 2018

    Ini ulasan kesekian yang aku baca tentang pamerannya Yayoi Kusuma di Museum Macan, semakin pengen ke sana tapi belum sempat 🙁

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      Ke sana dong kak. Jangan mau kalah. Masa blogger hitz gak dateng ke tempat hitz. 🤭🤭🤭

  8. Balas

    Lisa Fransisca

    23 Juli 2018

    Karya-karyanya Yayoi Kusama memang keren sekali ya, Kak. Meski mengidap gangguan kejiwaan, dia bisa mewujudkan eksistensi dirinya melalui karya seni. Semoga di negara kita, khususnya Jakarta, seni bisa lebih diapresiasi lagi oleh masyarakat.

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      Sudah banyak kok tempat di Jakarta untuk mengapresiasi para seniman di Indonedia. Contohnya saja galnas yang tiap berapa pekan sekali pasti ada pameran. Bahkan dalam waktu dekat juga ada Art Jakarta.

  9. Balas

    Firdaus Soeroto

    23 Juli 2018

    Keren! Belom pernah ke sana sih… Tapi baca tulisan ini jadi pengen ke Museum MACAN juga deh.

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      Dateng aja ke sana dan lihat langsung karyanya Yayoi Kusama yang super keren itu. Pasti gak nyesel kalau sudah lihat langsung.

  10. Balas

    Firdaus Soeroto

    23 Juli 2018

    Keren! Ulasan tentang Museum MACAN-nya lengkap. Jadi pengen kesana.

  11. Balas

    elsalova

    23 Juli 2018

    Ini ga bakal merusak mata ya? Warna warni nya nyetrik ga sih?

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      Wah saya kurang tau kak kalau itu tapi kalau buat saya sih gak kak. Coba saja langsung kesana untuk tau jawabannya kak. Hehe

  12. Balas

    DAYU ANGGORO

    23 Juli 2018

    Ini keren asli, pengen ke sana kapan-kapan tapi tiketnya itu yang mayan mahal hahaha.

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      Hahaha untuk tiket museum di Indo memang terbilang cukup mahal ya.

  13. Balas

    Kurnia

    23 Juli 2018

    Itu di museum macan temanya beda-beda per berapa bulan gitu yaa.. Kalau lewat tanggal 9 September brarti sudah bukan pameran karya yayoi kusama?

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      Iya temanya beda-beda karena museum MACAN cuma sebagai media untuk para seniman menampilkan hasil karya mereka. Untuk periodenya kurang paham juga sih, yang pasti gak akan mungkin dibiarin kosong.

  14. Balas

    Kartini

    23 Juli 2018

    museum ini lagi ngehits banget nih tapi aku belum pernah kesana, takutnya ruamek soalnya lagi booming2nya hihi.
    dilihat dari foto-foto yang mas rama ambil keren-keren ya, hasil karyanya kusama ini 🙂

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      Waktu ke sana awal juni kemarin sih memang masih rame banget. Tapi gak tau kalau sekarang. Harus kesana sih intinya kalau memang penikmat seni.

  15. Balas

    airin

    24 Juli 2018

    kalau dilihat terus plkadotnya serem banget sih…. menderita ya sepertinya jadi dia.

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      Mungkin untuk sebagian orang memang akan terlihat seram ya kak. Makanya. Siapa yang sangka dari gangguan yang dimiliki malah menghasilkan karya.

  16. Balas

    Henry Irawan

    24 Juli 2018

    Saya pernah kesana beberapa bulan lalu, awalnya karena rasa penasaran banyak yang merekomendasikan pergi ke museum macan, namun mungkin benar seperti yang di utarakan bahwa karya seni itu bersifat subjektif dan saya pribadi kurang suka berada disana, entah kenapa mata lebih berat hehehe

    Untuk beberapa ruangan nya diberikan waktu hanya beberapa detik, tentunya bagi pengunjung yang ingin mendapatkan banyak foto dan hasil foto bagus, harus bisa dengan lincah dan gesit untuk bergaya hehe.

    Tapi menurut saya oke juga sesekali ke museum seni seperti ini.

    Tulisan tentang artikel ini juga nyaman untuk dibaca mas.

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      mungkin karena karya Kusama bermain dengan warna dan polkadot kali ya.jadi untuk beberapa orang mungkin akan terasa sakit di mata. sedangkan untuk peraturan hanya beberapa detik di dalam ruang instalasi menurut saya demi kedisiplinan saja sih bang. euphorianya kan masih wah banget nih, kalau tidak diberlakukan waktu seperti itu pasti pada berebutan untuk bergantian foto.

      btw, terimakasih sudah mampir dan memberikan opininya.

  17. Balas

    Desi Purnamasari

    24 Juli 2018

    ini tempat lagi ngehits banget dimedsos
    Sempat penasaran bgt sama karyanya Yayoi Kusama, yah baca artikel ini jadi semakin pengen kesana hehehee

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      jangan cuma pengen kak tapi lakuin. hehe karena emang worth it banget kok pamerannya.

  18. Balas

    Achmadi

    24 Juli 2018

    Bagus dan enak dipandang ngeliat foto-foto karya Yayoi Kusama di museum MACAN, sampai sekarang belum sempat datang kesana masa hehe

    • Balas

      Rama Murtaba

      24 Juli 2018

      nah setipe nih bang, menurut saya karyanya Yayoi Kusama bagus-bagus juga kok. buruan ke sana bang sebelum pamerannya selesai.

  19. Balas

    Inez

    25 Juli 2018

    lumayan jg tiketnya 100rb.
    Itu senimannya seriusan lahir thn 1929? umur 89 th dong! tapi rambut dicat merah nyentrik banget si nenek ahahhaah.Keren euy karya seninya.

    • Balas

      Rama Murtaba

      25 Juli 2018

      Hahaha iya kak inez. Serius. Makanya nyentrik banget ya penampilannya.

  20. Balas

    INA

    25 Juli 2018

    pengen kesini belum kesampean, tiketnya mayan juga ya sama harganya kaya harga tiket dufan yang lagi diskon wkwkkwwk

    • Balas

      Rama Murtaba

      25 Juli 2018

      Hahahaha harga tiketnya emang lumayan sih tapi kalau dibandingin sama harga tiket waktu di singapura yang lebih dari Rp 500.000, ini jauh lebih murah sih kak.

  21. Balas

    lenifey

    25 Juli 2018

    beberapa minggu kedepan ada rencana kesana. makasih infonya jadi tahu kalo bisa beli online tiketnya. btw kenapa ya enggak boleh bawa kamera. sedih padahal pengen poto caem. hhahah

    • Balas

      Rama Murtaba

      25 Juli 2018

      Wah kurang tau nih alasannya gak boleh bawa kamera ke dalam kenapa. Soalnya udah fokus ke karya-karyanya doang pas di dalam.

  22. Balas

    Putri Reno

    25 Juli 2018

    Hasil karyanya keren, unik. Kepikiran aja gitu warna dan penempatan polkadotnya. Art itu emang keren ya. Bisa dinikmati dengan mata dan otak.

    • Balas

      Rama Murtaba

      25 Juli 2018

      Kusama gak mikirin kok, itu semua merupakan hasil penglihatannya yang direalisasikan menjadi sebuah karya. beliau terkena gangguan kejiwaan kan.

  23. Balas

    Diah Sally M

    25 Juli 2018

    Gila ya. Ini sih membuktikan, Kita ga bisa suruh orang lain ngikutin Kita, tapi Kita bisa ngerubah sudut pandang mereka.

    Walau orang bilang Rijinsho itu penyakit, tapi Yayoi Kusuma bisa merubahnya menjadi masterpiece & royalti pastinya.

    • Balas

      Rama Murtaba

      26 Juli 2018

      Bener banget kak. Justru dengan kekurangannya, beliau malah menunjukkan ke dunia kalau itu tidak membatasinya untuk berkreasi. Salut banget sih.

  24. Balas

    Diah Sally M

    25 Juli 2018

    Walau orang bilang Rijinsho itu penyakit tapi Yayoi Kusuma bisa menjadikannya maha karya dan jadi royalti pastinya.

  25. Balas

    Kalena Efris

    25 Juli 2018

    Gambaran bagaimana kondisi dunia dari mata seorang Yayoi Kusama dengan penyakit gangguan kejiawaannya justru ia aplikasikan ke maha seni. Di saat orang-orang kebanyakan justru terpuruk jika mengalami gangguan kejiwaan, Yayoi Kusuma justru meluapkannya ke media yang tepat. Kereeennn ini mah.

    • Balas

      Rama Murtaba

      26 Juli 2018

      Keren banget kal emang. makanya mentalnya justru gak bener-bener mati tapi malah bisa berkreativitas dan menyalurkannya ke media yg tepat.

  26. Balas

    Ari Widi

    26 Juli 2018

    Bener nih take fotonya keren-keren loh. sukses ya Rama

    • Balas

      Rama Murtaba

      26 Juli 2018

      Terimakasih kak ariwidi. Jangan lupa untuk fokus ke tulisannya juga ya hahaha

  27. Balas

    Evi

    26 Juli 2018

    Memang waktu di tiketnya berapa lama..

    • Balas

      Rama Murtaba

      26 Juli 2018

      Tergantung antriannya sih kak yg jelas. Karena proses antrinya 2 kali. Pertama saat pembelian tiket, kedua saat mau masuk ke dalam pameran. Nah kalau beli tiket online, ngantrinya cuma untuk masuk ke pameran.

  28. Balas

    Hayati

    26 Juli 2018

    Sering liat foto orang di museum macan ini nih, hits banget ya tetapi memang unik dan menarik ya. Btw, aku kira Yayoi itu lelaki lho ternyata perempuan ya 😅

  29. Balas

    Hayati

    26 Juli 2018

    Ini lagi hits banget ya, tetapi memang unik dan menarik sih ya. Btw, aku kira Yayoi itu lelaki lho, ternyata perempuan ya

    • Balas

      Rama Murtaba

      27 Juli 2018

      hahaha, sama banget kak. awalnya juga aku kira laki kalo denger dari namanya.

  30. Balas

    Lelyna

    26 Juli 2018

    Tanpa kamera DSLR pun hasil jepretannya sudah sangat keren. Jadi terpikirkan untuk kesana. Thanks infonya.

    • Balas

      Rama Murtaba

      27 Juli 2018

      dateng lah ke sana mumpung masih lama tuh pamerannya.

  31. Balas

    febi

    27 Juli 2018

    Thanks infonya..
    Dari awal sampe dateng ke museum ini, karya seni yang berhasil gw cerna cuma narcissuss garden, selebihnya kayaknya njelimet banget si Yayoi ini ya..hehe..

    • Balas

      Rama Murtaba

      1 Agustus 2018

      hahahaha, emang sih kak selebihnya memang agak sulit untuk dipahami. setidaknya bisa menikmati hasil karyanya saja sudah cukup kok.

  32. Balas

    Ristiyanto

    2 Agustus 2018

    Keren hasil karyanya, termasuk Infinity Room, kaya di ruangan yang futuristik gitu.

    • Balas

      Rama Murtaba

      5 Agustus 2018

      benar banget mas, infinity roomnya saja saya harus ngantri 2x untuk mendapatkan hasil yang saya inginkan hahaha

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      benar sekali bang. karya-karyanya enak banget untuk dilihat lah.

LEAVE A COMMENT

RAMA MURTABA
INDONESIA

Nama saya Rama, seorang melankolis yang sedang menggeluti hobi barunya dibidang fotografi dan travelling. Dengan web ini saya akan membagikan pengalaman saya yang dibagi dalam tiga kategori yaitu Jalan, Jajan, dan Kamar.

MY TWO CENTS

“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters wi“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”th new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”