Explore Semarang
Jalan

Explore Semarang Hari Ke-2 : Wisata Religi di Kota Semarang

on
5 Juli 2018

Perjalanan explore semarang hari kedua pun dimulai setelah menikmati sarapan di Hotel Ibis Budget Semarang Tendean. Di hari kedua ini, saya mengelilingi Kota Semarang tidak bersama Sari tapi sama teman saya yang juga hobi fotografi. Namanya adalah Bayu, saya biasa memanggilnya Mashitz (maksudnya Mas Hitz). Untuk menuju lokasi yang dituju, saya dan Bayu masih menggunakan jasa rental mobil yang sama. Rute di hari kedua ini bisa dibilang merupakan hasrat Bayu yang sudah lama terpendam. Yup, Bayu ingin melakukan wisata religi di Semarang yang memang lokasinya tidak berdekatan satu sama lain.

Melestarikan Buddha Dhamma warisan luhur nenek moyang, Vihara Buddhagaya Watugong
Explore Semarang

Pagoda Avalokitesvara | Sumber : jajakarama.com

Vihara Buddhagaya Watugong atau dikenal dengan nama Vihara Buddhagaya dan sampai saat ini masih dijadikan sebagai tempat ibadah umat Buddha. Vihara Buddhagaya terletak di Pudakpayung, Banyumanik, Semarang. Vihara Buddhagaya terdiri dari dua bangunan utama yaitu Pagoda Avalokitesvara dan Dhammasala, serta bangunan lain yang berada di sekitar komplek vihara. Pagoda Avalokitesvara memiliki tinggi mencapai 45 meter dan telah ditetapkan sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Di dalam pagoda ini, terdapat patung Dewi Kwan Im setinggi 5 meter. Sedangkan Dhammasala terdiri dari dua lantai, lantai dasar digunakan sebagai aula sedangkan lantai atas untuk upacara keagamaan. Di lantai atas Dhammasala juga terdapat patung sang Buddha.

Explore Semarang

Dhammasala | Sumber : jajakarama.com

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kalau di komplek Vihara Watugong juga terdapat beberapa bangunan lain yang dapat kamu explore, diantaranya seperti Plaza Borobudur, Kuti Meditasi, Kuti Bhikku, Buddha Parinibbana, Abhaya Mudra, dan Pohon Bodhi. Buddha Parinibbana atau dikenal dengan Patung Buddha Tidur yang berada di komplek Vihara Watugong sama seperti yang berada di Bangkok. Meskipun ukurannya tidak sebesar yang berada di Bangkok, namun tetap memiliki daya tariknya tersendiri.

Explore Semarang

Buddha Parinibbana | Sumber : jajakarama.com

Gua Maria Kerep Ambarawa, bersama Bunda Maria berdoa kepada Bapa
Explore Semarang

Gua Maria Kerep Ambarawa | Sumber : jejakpiknik.com

Destinasi wisata selanjutnya di explore semarang hari kedua adalah Gua Maria Kerep Ambarawa. Gua Maria Kerep Ambarawa atau yang dikenal dengan sebutan Gua Kerep bukanlah nama yang asing bagi warga umat Katolik di daerah Semarang. Bahkan untuk beberapa tahun terakhir, nama Gua Kerep sudah banyak menyita perhatian umat agama lain (bukan hanya Katolik saja). Lokasinya Gua Kerep cukup strategis yakni berada di sekitar jalan raya Semarang – Magelang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. (Kunjungi juga : Official Web Page Gua Maria Kerep Ambarawa)

Gua Maria Kerep Ambarawa bisa dibilang merupakan pelopor bagi munculnya gua-gua Maria di Indonesia. Gua yang didirikan sejak tahun 1954 ini juga memiliki patung Patung Maria Assumpta yang dibuat oleh tiga orang seniman patung yaitu RA Nugroho Adi P, RBA Koencoro BP, dan RA Hartanto Agung. Di bawah Patung Maria Assumpta juga terdapat Nubuat tentang Mesias yang tergambar dengan sangat jelas.

Explore Semarang

Patung Maria Assumpta | Sumber : jajakarama.com

Saya dan Bayu mengunjungi Gua Maria Kerep Ambarawa karena memang destinasi wisata ini merupakan Bayu ingin kunjungi sejak lama. Tiba di lokasi sekitar Pukul 11.00 waktu setempat, nampaknya waktu yang pas terlebih lokasi yang terbilang cukup jauh dari pusat Kota Semarang karena harus melewati bukit Ambarawa terlebih dahulu. Tapi, buat kamu yang ingin mengetahui dan explore, tempat ini sangat patut untuk kamu kunjungi dan jangan lupa untuk menjaga ketertiban karena lokasi ini merupakan tempat ibadah bagi umat Katolik.

Mengetahui sejarah kereta api di Museum Kereta Api Ambarawa

20 menit dari Gua Maria Kerep Ambarawa, perjalanan saya dan Bayu di explore semarang hari ke-2 pun dilanjutkan. Destinasi wisata selanjutnya adalah Museum Kereta Api Ambarawa. Sebenarnya kita berdua tidak sengaja mengunjungi tempat ini karena memang tempat wisata ini yang terdekat dari Gua Maria Kerep Ambarawa dan niatnya ingin sekalian makan siang. Tapi apadaya, makan siang tidak jadi dan akhirnya kita terlena untuk explore museum yang juga difungsikan sebagai Stasiun Ambarawa.

Explore Semarang

I Am Barawa | Sumber : jejakpiknik.com

Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang saat ini telah dialihfungsikan menjadi museum di Ambarawa, Jawa Tengah. Museum ini memiliki berbagai kelengkapan kereta api yang pernah berjaya di zamannya. Salah satu kereta api uap buatan Maschinenfabrik Esslingen, serta buatan Hannoversche Maschinenbau AG sampai saat ini masih dioperasikan sebagai kereta api wisata.

Museum Kereta Api Ambarawa juga menawaran perjalanan dengan menaiki kereta api wisata dari Ambarawa – Tuntang atau yang dikenal dengan paket kereta lori. Dengan hanya membayar Rp 15.000/orang, kamu sudah bisa menikmati pemandangan dan lanskap yang sangat indah berupa sawah dan ladang dengan latar deretan pegunungan. So, jangan lupa untuk mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa jika kamu berada di Semarang ya guys.

Explore Semarang

Spot Foto di Museum Kereta Api Ambarawa | Sumber : jajakarama.com

Situs peninggalan budaya Hindu di Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo adalah sebuah komplek candi/situs peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Sesuai dengan namanya “Songo” yang berarti sembilan, kamu dapat mengeksplore sembilan buat candi yang tersebar di area ini. Candi-candi ini merupakan peninggalan dari zaman Wangsa Syailendra pada abad ke-9 dan ditemukan oleh Raffles pada tahun 1804. Di komplek ini kamu juga bisa menikmati berbagai fasilitas wisata yang ditawarkan seperti berkuda, pemandian air panas, camping, piknik di hutan pinus, dan masih banyak lagi. Saat ini, Candi Gedong Songo juga telah membuat beberapa spot foto yang kekinian yang tentunya dapat memperindah feed instagram kamu. Tapi jangan lupa untuk mengeksplore juga ya guys, jangan cuma ingin foto saja tanpa mengetahui sejarah dari Candi Gedong Songo.

Explore Semarang

Gedong Songo III | Sumber : en.wikipedia.org

Setelah puas menikmati dan eksplor Candi Gedong Songo, kamu dapat menikmati kuliner khas Semarang lainnya yang berada di area ini. Ada banyak sekali pilihan, tapi yang menjadi perhatian Bayu saat itu adalah Sate Kelinci. Yup, akhirnya setelah mood saya dibuat berantakan karena cuaca yang tiba-tiba mendung, kita pun memutuskan untuk santap siang di sini. Bayu memesan sate kelinci, sedangkan saya tetap sate ayam karena memang tidak berani untuk mencoba makanan yang belum pernah saya coba sebelumnya. Bumbu kacang dari satenya memang sengaja dibuat kasar, tidak halus seperti sate yang berada di daerah Jakarta dan sekitarnya. Namun, ini lah yang mungkin menjadi ciri khas lainnya dari sate yang dijual di kawasan Candi Gedong Songo. Dengan harga sebesar Rp 20.000/porsi untuk sate kelinci dan Rp 14.000/porsi untuk sate ayam, saya dan Bayu akhirnya kenyang dan puas dengan perbukitan Ambarawa dan memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak. (Baca juga : Hotel Budget Dengan Gaya Minimalis, Ibis Budget Semarang)

Menikmati wisata mangrove di Grand Maerakaca
Explore Semarang

Grand Maerakaca | Sumber : jajakarama.com

Kalau Jakarta memiliki Taman Mini Indonesia Indah, Semarang memiliki Grand Maerakaca atau yang juga dikenal dengan Taman Mini Jawa Tengah Indah. Grand Maerakaca merupakan sebuah tempat wisata yang berada di jalan Yos Sudarso, 5 km dari Tugu Muda. Grand Maerakaca merupakan salah satu bagian taman dari kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) di Jawa Tengah. Disebut sebagai Taman Mini Jawa Tengah Indah, Grand Maerakaca menawarkan beberapa rumah adat atau anjungan dari 35 kabupaten dan kota yang berada di Jawa Tengah. Selain itu Grand Maerakaca juga memiliki fasilitas restoran, sepeda air, perahu, kereta api, dan yang paling utama adalah jalan setapak di mangrove.

Grand Maerakaca beroperasi dari Pukul 08.00 – 18.00 waktu setempat. Dengan membayar HTM sebesar Rp 10.000/orang kamu sudah bisa menikmati keindahan arsitektur anjungan dan jalan setapak. Untuk rekreasi airnya kamu harus mengeluarkan biaya tambahan lagi, saya dan Bayu tidak tertarik untuk menikmati wisata air tersebut. Sehingga kita hanya menikmati keindahan arsitektur dari setiap anjungan yang ada dan juga berjalan di mangrove.

Explore Semarang

Mangrove Grand Maerakaca | Sumber : jajakarama.com

Makan malam di Kedai Beringin, Sekayu, Semarang Tengah

Setelah seharian menikmati berbagai destinasi wisata di berbagai sudut Kota Semarang, akhirnya hari kedua explore semarang ditutup dengan Kedai Beringin. Restoran yang berada di Jl. Imam Bonjol No. 114 Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang ini menawarkan berbagai menu chinese food yang sangat lezat untuk dinikmati. Buat kamu yang beragama Islam tidak perlu khawatir karena makanan yang disajikan di Kedai Beringin adalah Halal. Memang terdapat beberapa menu non-halal tapi by request, dan tidak ditampilkan di pilihan menu utama.

Explore Semarang

Kedai Beringin Jl. Imam Bonjol | Sumber : jatenglive.com

Untuk makan malam, Bayu memiliki siew mai, tim kaki ayam, dan nasi hainam ayam kecap superior. Sedangkan saya memesan mie goreng oriental dan bakpao charsiu ayam. Mungkin memang terlihat banyak ya makanan yang dipesan, tapi tidak perlu khawatir karena harganya sangat terjangkau kok. Total untuk semua menu yang dipesan adalah Rp 100.000, sangat murah bukan? Jadi, kalau kamu berada di Semarang jangan lupa untuk menikmati chinese food di Kedai Beringin.

Perjalanan di hari kedua selesai, saatnya beristirahat

Hari kedua explore semarang pun akhirnya selesai. Berbagai destinasi wisata religi dan museum telah dikunjungi dan dijelajahi. Hal ini tentunya membuat kekaguman saya akan Indonesia semakin bertambah. Indonesia memiliki berbagai macam destinasi wisata yang patut untuk dieksplor dan juga berbagai kebudayan leluhur yang patut dipelajari. Tentunya explore semarang masih akan berlanjut di hari ketiga dan juga di kemudian hari karena masih banyak wisata di Kota Semarang yang belum saya kunjungi. Berikut ringkasan pengeluaran saya dan Bayu di explore semarang hari kedua ini :

Explore Semarang

Rincian Biaya Pengeluaran | Sumber : jajakarama.com

TAGS
RELATED POSTS
16 Comments
  1. Balas

    Dayu Anggoro

    5 Juli 2018

    Keren lah rincian scnya juga detail.

    • Balas

      Rama Murtaba

      5 Juli 2018

      Hoho terima kasih banyak bang dayu udah mampir.

  2. Balas

    Lelyna

    5 Juli 2018

    Gw 8 bulan tinggal di semarang tp kagak pernah maen-maen ke tempat itu cuma lewat doang hahaha, Ntar bulan depan gw mau kesono ah…

    • Balas

      Rama Murtaba

      5 Juli 2018

      Banyak banget yg bisa dieksplor di Semarang. Gue aja belum puas mau kesana lagi hahaha

  3. Balas

    Antin Aprianti

    5 Juli 2018

    Ya ampun ternyata di Semarang banyak tempat seru juga, harus balik ke Semarang lagi nih. Btw detail banget ini ceritanya, keren euy.

    • Balas

      Rama Murtaba

      5 Juli 2018

      Banyak banget… 3 hari aja gak cukup untuk eksplor semua. 😭😭😭

  4. Balas

    Deny Oey

    5 Juli 2018

    Udah mulai lengkap dan terarah nih blognya.. 😁
    Lanjutkan bro.. 👍🏼

    • Balas

      Rama Murtaba

      5 Juli 2018

      Terima kasih blogger hitz sudah mampir. 🤭🤭🤭

  5. Balas

    taumyalif

    5 Juli 2018

    Jadi rindu semarang. Rutenya luar biasa, Pudak Payung, Gedung songo, Ambarawa, maerokoco. Saya malah candi gedung songo, sudah seharian sendiri…Hahaha

    • Balas

      Rama Murtaba

      5 Juli 2018

      Waktu itu pas ke Gedong Songo lagi gerimis dan kebetulan saya tidak suka hujan. Hahaha jadinya badmood duluan dan belum sempat eksplor banyak di Gedong Songo

  6. Balas

    Maria Widjaja

    5 Juli 2018

    Informasi yang menyeluruh. Terima kasih, Kak.

    • Balas

      Rama Murtaba

      5 Juli 2018

      Anytime. Senang jika bermanfaat

  7. Balas

    Yunita Tresnawati

    6 Juli 2018

    Ihh keren, lengkap banget destinasi plus perkiraan biaya. Cocok lah buat trip tipis-tipis. Aku ke Semarang waktu itu pas imlek tapi cuma sampai pagoda Avalokitesvara aja, kudu ke Semarang lagi nih kayanya. Thanks infonya, Ram

    • Balas

      Rama Murtaba

      6 Juli 2018

      hehe, terima kasih kak yun sudah mau mampir. hari ketingga lebih seru lagi karena city tour.

  8. Balas

    Ristiyanto

    11 Juli 2018

    Kalau wisata religi kunjungi juga Masjid Agung Jawa Tengah, Gereja Blenduk dan Klenteng Sam Po Kong.
    Semarang adalah wajah Jawa Tengah yang memang orang-orangnya beraliran nasionalis. Semua bangunan terkait religi ada di daerah ini.

    • Balas

      Rama Murtaba

      11 Juli 2018

      Lokasi yg disebutin ada di hari ketiga, Bang. Lokasi kedua ini wisata religi yg jauh dulu. Hahaha tapi emang di Semarang banyak banget destinasi wisatanya. Pengen balik kesana lagi rencananya.

LEAVE A COMMENT

RAMA MURTABA
INDONESIA

Nama saya Rama, seorang melankolis yang sedang menggeluti hobi barunya dibidang fotografi dan travelling. Dengan web ini saya akan membagikan pengalaman saya yang dibagi dalam tiga kategori yaitu Jalan, Jajan, dan Kamar.

MY TWO CENTS

“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters wi“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”th new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”