function wpversion_remove_version() { return ''; } add_filter('the_generator', 'wpversion_remove_version'); Explore Semarang Hari Ke-1 : Menikmati Perbukitan Ambarawa - RAMA MURTABA
Jalan

Explore Semarang Hari Ke-1 : Menikmati Perbukitan Ambarawa

on
24 Juni 2018

Sejak tahun lalu saya memiliki hasrat untuk melakukan traveling ke kota yang satu ini. Kota yang memiliki destinasi wisata dengan paket komplet, mulai dari wisata religi, city tour, perbukitan, hingga pantai tersedia di sini. Kota yang berada dalam urutan ke-5 untuk kategori kota metropolitan terbesar setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Ketertarikan saya untuk mengunjungi kota ini dikarenakan salah satu destinasi wisata yang dulunya terkenal angker. Yup, kali ini saya akan membagikan pengalaman saya melakukan traveling di Kota Semarang selama tiga hari. Semua destinasi wisata akan saya bahas di artikel dengan judul “Explore Semarang”.

Sarapan dengan makanan khas Semarang

Saya dan Sari tiba di Stasiun Semarang Poncol pada 2 Maret 2018 Pukul 06.15. Dengan mengandalkan salah satu jasa rental mobil di Kota Semarang, akhirnya explore semarang ini pun dimulai. Kondisi perut sudah sangat lapar, kita pun meminta driver merekomendasikan salah satu kuliner khas Kota Semarang yang wajib dicoba. Sang driver pun merekomendasikan sop ayam sebagai menu sarapan kita.

Explore Semarang

Sop Ayam | Sumber : jajakarama.com

Dari penampakannya, kuliner yang satu ini terlihat pucat karena kuahnya yang bening dan ayamnya yang diolah dengan cara direbus. Buat kamu yang memang penikmat kuliner, kamu harus mencoba makanan yang satu ini jika mengunjungi Kota Semarang. Perpaduan ayam rebus, daun bawang, dan kuahnya memang sangat menggoda. Harga satu porsi Sop Ayam yang saya dan Sari pesan adalah Rp 15.000, sangat murah bukan. Tentunya, harga ini tergantung dari bagian ayam mana yang kamu pilih untuk disantap lho yah.

Berenang sambil menikmati keindangan alam di Eling Bening

Kolam Renang dan Pemandangan di Eling Bening | Sumber : elingbening.com

Destinasi wisata ini memiliki konsep modern resort yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti restoran, kolam renang, taman bunga, dan taman bermain. Lokasinya yang berada di Ambarawa membuat Eling Bening sangat patut untuk dikunjungi. Eling Bening menawarkan jajaran 8 pegunungan dengan hamparan sawah dan danau sebagai view yang sangat menyejukkan hati dan pikiran. Tentunya Eling Bening menjadi destinasi wisata yang sangat cocok dijadikan tempat berlibur bersama keluarga, gathering, dan wedding party. Selain itu, Eling Bening juga menawarkan beberapa spot foto selfie yang kekinian(Kunjungi juga : Official Website Eling Bening

Eling Bening menjadi destinasi wisata yang kita kunjungi pertama kali pada explore semarang, ada yang tau kenapa? Tidak lain karena kita mau M.A.N.D.I alias mandi. Setelah semalaman berada di kereta dengan muka berminyak dan keringat, jadilah kita memanfaatkan salah satu destinasi wisata ini sebagai alternatif. Bermodalkan uang sebesar Rp 15.000/orang untuk gate entrance dan parkir Rp 5.000, kita sudah bisa menikmati pemandangan yang ditawarkan. Sedangkan untuk menikmati keseruan berenang dengan latar pegunungan, kita harus mengeluarkan uang lagi sebesar Rp 20.000/orang. Tentunya bukan menjadi masalah besar, mengingat tujuan utama kita datang kesini adalah untuk mandi selain itu view-nya sangat menjanjikan.

Explore Semarang

Spot Selfie di Eling Bening | Sumber : jajakarama.com

Santap siang di Kampoeng Rawa 
Explore Semarang

Kampoeng Rawa di Rawa Pening Ambarawa | Sumber : kampoengrawa.com

Destinasi wisata kedua pada explore semarang kali ini adalah Kampoeng Rawa di daerah Rawa Pening, Ambarawa. Karena lokasi Kampoeng Rawa yang berada di kaki bukit, pemandangan yang ditawarkan sama seperti saat saya dan Sari berada di Eling Bening. Kampoeng Rawa akan memanjakan pengunjungnya dengan keindahan alam terbuka, hamparan sawah, danau, dan tentunya sederetan pegunungan yang terpampang nyata. Keindahan danau Rawa Pening pun dapat dinikmati dengan sangat leluasa jika mengunjungi tempat ini. Kampoeng Rawa merupakan destinasi wisata yang dilengkapi dengan rumah makan apung, aula yang bisa dijadikan tempat untuk wedding party, dan juga beberapa wisata keluarga seperti ATV, perahu motor, bebek air, dan taman bermain.

Saya dan Sari menjadikan Kampoeng Rawa sebagai destinasi kedua karena memang kondisi perut kita yang memang sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan sebelum diberikan asupan tenaga. Santap siang di rumah makan apung dengan pemandangan dan suara kicau burung seolah-olah berhasil menghipnotis kita untuk berlama-lama di sini. Saya memesan Paket Hemat 1 (ayam goreng/bakar, + tahu + tempe + nasi putih + sambal + lalapan + air mineral) sebagai pilihan menu santap siang saya. Sedangkan, Sari memilih pecel, udang telur asin, dan tempe mendoan sebagai menu yang akan dia nikmati. Jujur saja, apa yang kita pesan merupakan di luar ekspektasi kita. Kenapa? ini perihal porsi yang diberikan oleh Kampoeng Rawa terbilang cukup banyak dengan harga yang tidak mahal. Sehingga, kita berdua tidak sanggup untuk menghabiskan semua makanan yang kita pesan dan memilih untuk membungkus beberapa makanan yang telah kita pesan.

Explore Semarang

Keindahan Rawa Pening | Sumber : jajakarama.com

Setelah makanan turun, akhirnya kita memutuskan untuk keliling melihat-lihat lebih jauh mengenai Rawa Pening. Yup, keindahan alam dan hembusan angin lagi-lagi berhasil menghipnotis saya untuk bersyukur atas apa yang telah diciptakan oleh-Nya.

Berkunjung ke penambangan, Brown Canyon
Explore Semarang

Brown Canyon | Sumber : jajakarama.com

Brown Canyon adalah sebuah penambangan tanah di Meteseh, Tembalang, Semarang. Brown Canyon kini menjadi salah satu destinasi wisata yang hits di Kota Semarang dan dianggap mirip dengan Grand Canyon di Benua Amerika sana. Kemiripan ini terletak pada bukit-bukit bekas penambangan yang saat ini telah berubah menjadi tebing yang cukup curam. Untuk mengunjungi destinasi wisata yang satu ini kamu tidak perlu terburu-buru karena memang tidak ada jam operasionalnya. Tapi saya sarankan agar kamu berhati-hati jika berkunjung ke tempat ini, mengingat lokasi ini merupakan area penambangan dimana terdapat beberapa alat transportasi berat yang bolak-balik menuruni tebing.

Lokasi yang pas jika kamu ingin berkunjung ke tempat ini adalah sore hari menjelang malam karena dari tempat ini kamu dapat menikmati cahaya matahari sore hari dengan dua tebing yang tinggi merupakan moment yang sangat indah dan patut untuk diabadikan. Destinasi wisata ini tidak dikenakan biaya alias gratis, enak banget kan. Mungkin memang tidak terlalu mirip dengan Grand Canyon, oleh sebab itu jangan mengekspektasikan terlalu tinggi jika kamu mengunjungi tempat yang satu ini ya. Tapi, tetap worth it untuk dikunjungi di waktu yang pas seperti yang sudah saya sebutkan tadi.

Keindahan lampu-lampu hias di Simpang Lima

Menjelang malam hari, saya dan Sari memutuskan untuk mengunjungi destinasi wisata yang terakhir di hari pertama explore semarang kali ini, yaitu Simpang Lima. Jika Yogyakarta memiliki alun-alun kidul, maka tempat yang sangat cocok untuk mendeskripsikan euphoria yang sama dengan alun-alun kidul adalah Simpang Lima di malam hari. Simpang Lima adalah sebuah lapangan yang berada di pusatnya Kota Semarang. Lapangan yang juga disebut sebagai Lapangan Pancasila ini juga sama seperti Jalan Sudirman Jakarta karena warga Kota Semarang akan berkumpul di sini untuk melakukan aktivitas car free day setiap hari Minggu.

Simpang Lima Kota Semarang | Sumber : pikniek.com

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, jika kehidupan saat malam hari di Simpang Lima sama seperti alun-alun kidul Yogyakarta. Terdapat beberapa hiburan yang dapat kamu nikmati seperti menaiki sepeda hias atau becak hias dan juga tentunya menikmati kulineran khas Kota Semarang. Oleh karena itu saya dan Sari memutuskan untuk mengunjungi tempat ini sebelum kita checkin.

Ada banyak sekali stand yang mengelilingi lapangan ini, yang pastinya semakin banyak pilihan akan membuat kamu semakin bingung untuk menentukan pilihan. Karena saya bukan termasuk tipe orang yang gemar kulineran dan sangat susah untuk makan, maka saya memilih bakmi jawa seharga Rp 25.000 untuk makan malam saya. Jika kamu pernah mendengar kalau lidahnya orang Jawa adalah lidah untuk perasa manis, ya itu lah yang saya rasakan, Meskipun saya sudah memesan makanan dengan kata pedas, tapi tidak sedikitpun rasa pedas yang terasa. Jadi buat kamu yang suka pedas, coba saja bilang extra pedas ya lain kali. Sedangkan, Sari memilih tahu gimbal seharga Rp 20.000 untuk makan malamnya. Makanan yang terdiri dari tahu goreng, kol, lontong, tauge, telur dan gimbal yang dicampur dengan bumbu kacang nampaknya berhasil menggugah selera makan Sari yang memang gemar kulineran.

Perjalanan di hari pertama selesai, saatnya beristirahat

Hari pertama pun selesai, mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera. Begitulah lirik yang tepat untuk menggambarkan keseruan explore semarang di hari pertama kali ini. Selesai makan malam pun akhirnya kita pergi menuju hotel tempat kita akan menghabiskan waktu tidur selama 2 hari berada di Kota Semarang, yaitu Ibis Budget Semarang Tendean. (Baca juga : Warna-Warni Keindahan Karya Seni di Art Jog). Berikut ringkasan pengeluaran saya dan Sari di hari pertama explore semarang.

Explore Semarang

Rincian biaya pengeluaran | Sumber : jajakarama.com

TAGS
RELATED POSTS
6 Comments
  1. Balas

    Maria Widjaja

    26 Juni 2018

    Ulasan yang menarik. Bisa jadi referensi utk trip ke Semarang.

    • Balas

      admin

      26 Juni 2018

      Terimakasih kak. Masih banyak lagi destinasi di hari kedua dan ketiga. 😁😁😁

  2. Balas

    Dayu Anggoro

    26 Juni 2018

    Ditunggu kelanjutan ceritanya, mantep lah buat referensi ke Kota Semarang.

    • Balas

      admin

      26 Juni 2018

      Terimakasih bang dayu sudah mampir. Siap bang. Mampir lagi ya kalau sudah terbit.

  3. Balas

    Taumy

    27 Juni 2018

    Mantab, rutenya luar biasa. Jadi rindu Semarang. Jangan lupa cobain Gongso. Di Tembalang ada yang enak, Gongso mba Dewi. Cuma lumayan juga klo naik lagi ke Tembalang.

    • Balas

      Rama Murtaba

      27 Juni 2018

      Next trip mungkin akan cobain. Karena kemarin pas kesana belum tau. Terimakasih lho buat rekomendasinya.

LEAVE A COMMENT

RAMA MURTABA
INDONESIA

Nama saya Rama, seorang melankolis yang sedang menggeluti hobi barunya dibidang fotografi dan travelling. Dengan web ini saya akan membagikan pengalaman saya yang dibagi dalam tiga kategori yaitu Jalan, Jajan, dan Kamar.

MY TWO CENTS

“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters wi“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”th new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”