function wpversion_remove_version() { return ''; } add_filter('the_generator', 'wpversion_remove_version'); Explore Jogja Hari Ke-1 : Menikmati Sunset di Candi Ratu Boko - RAMA MURTABA
Explore Jogja
Jalan

Explore Jogja Hari Ke-1 : Menikmati Sunset di Candi Ratu Boko

on
12 Juli 2018

Entah sudah yang ke berapa kali saya datang ke Yogyakarta, tapi rasanya selalu saja ada alasan untuk kembali ke kota ini. Kota yang dijuluki sebagai “Kota Pelajar” ini selalu memberikan rasa rindu pada setiap wisatawan yang pernah mendatanginya dan tanpa sadar memaksanya untuk kembali datang. Kebudayaan yang masih kental di Kota Yogyakarta menjadi daya tarik yang khas dari kota ini dan sangat tepat untuk melepas penat dari “Kota Metropolitan” Jakarta. Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya saat berkunjung ke Kota Yogyakarta untuk mendatangi acara tahunan Art Jog. Pengalaman saya berada di Yogyakarta selama dua hari ini akan dibahas pada artikel explore jogja.

Eksplor Pesanggrahan Rejawinangun, destinasi wisata yang hits di Kota Yogyakarta
Explore Jogja

Situs Warungboto | Sumber: jajakarama.com

Pesanggarahan Rejawinangun atau yang lebih dikenal dengan Situs Warungboto dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono II di masa beliau menjadi Putra Mahkota. Beliau mendapatkan julukan “Raja Pembangunan Pesanggrahan” karena telah membangun beberapa pesanggrahan disaat dirinya menjabat sebagai Putra Mahkota sampai masa pemerintahannya (1765 M – 1792 M). Beberapa pesanggrahan yang dibangun oleh beliau antara lain Pesanggarahan Rejawinangun, Purwareja, Pelem Sewu, dan Reja Kusuma. Pesanggrahan merupakan tempat peristirahatan bagi para raja beserta kerabatnya. Fungsinya adalah untuk kenyamanan dan ketenangan sehingga pada umumnya pesanggrahan dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti taman, segaran, kolam, kebun, dan tempat untuk beribadah. Di dalam Pesanggrahan Rejawinangun terdapat sumber air yang kemudian dijadikan sebagai tempat peristirahatan sekaligus tempat pemandian untuk raja dan keluarganya.

Explore Jogja

Bermain dengan bayangan di Situs Warungboto | Sumber: jajakarama.com

Pesanggrahan Rejawinangun terletak di perbatasan antara Kelurahan Rejawinangun, Kecamatan Kotagede, dan Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharja. Saat ini sisa-sisa pesanggrahan hanya tinggal sebagian dan lebih dikenal dengan nama Situs Warungboto. Situs Warungboto terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu, seperti Tamansari yang memiliki dinding tebal. Situs Warungboto juga berbatasan langsung dengan pemukiman warga di sebelah utara dan selatan. Sisi timur berbatasan dengan Sungai Gajah Wong dan sisi barat berbatasan dengan Jalan Veteran Yogyakarta. Situs Warungboto menjadi destinasi pertama di explore jogja karena memang jam operasionalnya yang dibuka paling pagi diantara destinasi wisata lainnya. Dan bermain dengan bayangan merupakan yang ingin saya cari di Situs Warungboto.

Explore Jogja

Mencari ketenangan di Situs Warungboto | Sumber: jajakarama.com

Keindahan Istana Air, Tamansari Yogyakarta
Explore Jogja

Umbul Siraman di Tamansari Yogyakarta | Sumber: jajakarama.com

Istana Air Tamansari dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758 M – 1765/9 M. Pada awalnya, bangunan yang mendapat julukan “The Fragrant Garden” memiliki luas wilayah lebih dari 10 hektar dengan 57 bangunan yang berada di dalamnya. 57 bangunan tersebut terdiri dari gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan, pulau buatan, serta lorong bawah air. Pada mulanya Tamansari terbentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Tapi saat ini, bagian Tamansari yang masih bisa dinikmati hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.

Explore Jogja

Sumur Gumuling di Tamansari Yogyakarta | Sumber: jajakarama.com

Tamansari terbagi menjadi tiga wilayah yang dapat dikunjung yaitu Umbul Siraman, Sumur Gumuling atau Masjid Bawah Tanah, dan Taman Air. Sumur Gumuling terdiri dari dua lantai dan hanya bisa diakses melalui terowongan bawah tanah saja. Pada masanya, Sumur Gumuling juga difungsikan sebagai Masjid untuk melakukan sembahyang. Di kedua lantai Sumur Gumuling terdapat ceruk di dinding yang diduga sebagai mihrab tempat imam memimpin salat. Di lantai satu bangunan terdapat empat buah tangga yang bertemu di tengah untuk menuju ke lantai dua. Di bawah empat tangga ini terdapat kolam kecil yang dulunya digunakan sebagai tempat untuk berwudu.

Explore Jogja

Taman Air di Tamansari Yogyakarta | Sumber: jajakarama.com

Istana Air Tamansari Yogyakarta menjadi destinasi kedua di explore jogja. Setiap kali ke Yogya, saya pasti selalu berkunjung ke destinasi yang satu ini. Entah kenapa saya selalu merasa tidak pernah puas jika berkunjung ke tempat wisata yang satu ini, selalu ada yang bisa di-explore lagi dan lagi. Tamansari beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 15.00 waktu setempat. Dengan membayar Rp 5.000/orang dan Rp 3.000/kamera saya, Indra dan Moses akhirnya menjelajahi kemegahan arsitektur di Tamansari. Selain itu kita bertiga memutuskan untuk menyewa guide untuk mengeksplor keseluruhan Tamansari mengingat lokasinya yang berada di dalam pemukiman warga maka akan sulit untuk mencari jalan dari satu tempat ke tempat lainnya dengan membayar Rp 25.000,00.

Mendatangi event seni tahunan di Yogyakarta, Art Jog
Explore Jogja

Art Jog 2018 | Sumber: jajakarama.com

Tujuan utama dari explore jogja pun akhirnya didatangi, yaitu Art Jog. Art Jog merupakan acara tahunan yang diselenggarakan untuk mengapresiasi karya para seniman. Tiap tahunnya Art Jog diselenggarakan di Museum Nasional Yogyakarta. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 50.000/orang, saya sudah bisa menikmati ratusan karya seni dari puluhan seniman yang berpartisipasi di Art Jog 2018.

Baca selengkapnya: Warna-Warni Keindahan Karya Seni di Art Jog

Kunjungi juga: Official Web Page Art Jog

Hayati lelah? Mampir saja ke Hayati Specialty Coffee
Explore Jogja

Hayati Specialty Coffee | Sumber: instagram.com/hayaticoffee

Setelah mengunjungi dua destinasi wisata dengan keindahan arsitekturnya, kita bertiga memutuskan untuk mampir ke salah satu coffee shop yang lagi hits banget di Kota Yogyakarta. Memiliki desain yang minimalis dan sangat aestheticcoffee shop ini seringkali dikunjungi oleh para selebritas tanah air jika berada di Yogyakarta. Hayati Specialty Coffee terletak di Jalan Demangan Baru no.7, Demangan Baru, Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak seperti coffee shop pada umumnya, Hayati Coffee juga menawarkan menu utama ala western food sebagai menu santap siang. Tentunya kamu bisa berfoto di setiap sudut yang sangat instagramable sambil menunggu pesanan kamu tiba.  (Baca selengkapnya: Hayati Lelah? Mampir Saja ke Hayati Specialty Coffee)

Menikmati sunset dari atas bukit Yogyakarta di Candi Ratu Boko
Explore Jogja

Candi Ratu Boko | Sumber: jajakarama.com

Akhir dari explore jogja di hari pertama pun akhirnya tiba. Saya, Indra, dan Moses memutuskan untuk mengunjungi Candi Ratu Boko di sore hari untuk menikmati sunset dari atas bukit. Candi Ratu Boko adalah sebuah situs purbakala yang terdiri dari beberapa kompleks bangunan. Candi Ratu Boko terletak sekitar 3 km dari Candi Prambanan dan 18 km ke arah timur dari Kota Yogyakarta. Nama “Ratu Boko” berasal dari legenda masyarakat setempat yang berarti “Raja Bangau” dalam bahasa Jawa. Ratu Boko merupakan ayah dari Loro Jonggrang yang juga menjadi candi utama di kompleks Candi Prambanan. Oleh karena itu, Candi Ratu Boko memiliki keterkaitan dengan Candi Prambanan yang merupakan legenda masyarakat setempat.

Explore Jogja

Gazebo di Candi Ratu Boko | Sumber: jajakarama.com

Candi Ratu Boko berbeda dengan bangunan peninggalan sejarah lainnya yang berada di Kota Yogyakarta. Perbedaannya dari segi bangunannya, dimana pada umumnya berbentuk bangunan keagamaan tapi Candi Ratu Boko tidak. Candi Ratu Boko merupakan kompleks bangunan yang terdiri dari gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, dan pagar pelindung. Perbedaan lainnya terletak pada posisi keberadaannya yang di atas bukit yang cukup tinggi dan tidak berada di permukaan yang rata. Karena posisinya yang berada di atas bukit, udara sejuk pun akan terasa meskipun kamu berkunjung ke tempat ini di siang hari.

Explore Jogja

Sunset di Candi Ratu Boko | Sumber: jajakarama.com

Jika kamu ingin menikmati sunset di Candi Ratu Boko, lebih baik kamu datang ke lokasi ini di hari biasa dan jangan di akhir pekan. Banyak sekali wisatawan yang sudah mengetahui keindahan sunset dari lokasi ini, sehingga kamu harus bersabar untuk mendapatkan hasil yang kamu inginkan (itupun jika kamu beruntung). Dengan membayar Rp 32.000/orang (ada diskon), Candi Ratu Boko terbilang destinasi wisata yang cukup mahal jika dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya yang berada di Kota Yogyakarta. Meskipun begitu, kamu tidak akan menyesal jika berkunjung ke tempat ini karena banyak sekali yang bisa kamu jelajahi dan pelajari.

Explore jogja di hari pertama pun selesai, saatnya beristirahat

Perjalanan saya, Indra, dan Moses di explore jogja pun akhirnya selesai. Indra memutuskan untuk balik ke Tangerang karena harus kembali bekerja di hari Senin, sedangkan saya dan Moses memilih cuti. Meskipun semua destinasi wisata yang saya datangi di hari pertama ini sudah pernah saya datangi sebelumnya, tapi entah kenapa saya tidak pernah merasa bosan. Seperti yang sudah saya jelaskan di awal, selalu ada saja hal baru yang bisa saya explore di Kota Yogyakarta. Berikut total biaya yang dikeluarkan untuk explore jogja di hari pertama:

Explore Jogja

Rincian Biaya Pengeluaran | Sumber: jajakarama.com

 

 

 

TAGS
RELATED POSTS
14 Comments
  1. Balas

    Maria Widjaja

    12 Juli 2018

    Cuaca yang pas untuk menikmati Yogya dan sunset di Ratu Boko.

    • Balas

      Rama Murtaba

      14 Juli 2018

      Benar banget kak. Padahal waktu itu udah mendung dan takut gak bisa liat sunsetnya. Untungnya pergi mendungnya. Jadi tetep bisa liat sunsetnya yang bagus meskipun ya rame banget dan susah antri buat foto. 🤭🤭🤭

  2. Balas

    Taumy

    13 Juli 2018

    Jogja memang tidak ada matinya. Jadi rindu Candi Ratu Boko. Terimakasih atas infonya.

    • Balas

      Rama Murtaba

      14 Juli 2018

      Balik lagi dong bang kalau rindu. Jangan cuma dimulut doang. Hahaha
      Anytime. Senang kalau bermanfaat.

  3. Balas

    Tuty prihartiny

    13 Juli 2018

    Selalu ada alasan untuk kembali ke jogja ya. Wah, asik sekali kakak bisa menikmati sunset di sana. Untuk tujuan yang sama waktu itu saya diminta meninggalkan lokasi, karena faktor a..b…c…kata petugasnya.

    • Balas

      Rama Murtaba

      14 Juli 2018

      Wahh mungkin waktu itu belum diperbolehkan sampai malam kali ya. Soalnya waktu saya kesini pertama kali juga gitu. Ini yang kedua kalinya dan sampai jam set.7 berada di dalam. Hahaha

  4. Balas

    Deny Oey

    13 Juli 2018

    Btw, destinasi pertama itu yg dipake buat foto pre-wed anaknya Pak Jokowi bukan ya?
    Kalau baca Ratu Boko jadi inget pas kesana sore2 malah hujan. Buyar deh lihat sunset. Wkwkwk

    • Balas

      Rama Murtaba

      14 Juli 2018

      Kurang tau bangden, gak ngikutin kisah cinta perjalanan mereka. Haha

  5. Balas

    Ristiyanto

    13 Juli 2018

    Foto di Art Jog, artistik banget.
    Di candi Ratu Boko, pernah lihat penyanyi sindennya juga.

    • Balas

      Rama Murtaba

      14 Juli 2018

      Iya mas ris, karya yang ditampilin di Art Jog bagus-bagus banget. Tahun depan harus kesana (lagi). Dan Bener bangeeet (lagi) kalau di candi ratu boko juga ada sindennya, tembang jowonya merdu banget, bikin adem. Hahaha

  6. Balas

    Maya Nirmala Sari

    14 Juli 2018

    Catatan perjalanannya lengkap banget. Bisa jadi panduan klo mau jalan-jalan ke Jogja.

    • Balas

      Rama Murtaba

      14 Juli 2018

      Terimakasih sudah mampir. Senang kalau bermanfaat. 😉😉😉

  7. Balas

    Henry Irawan

    14 Agustus 2018

    Lari dari penat nya ibukota ke jogja lagi dengan menikmati destinasi destinasi peninggalan sejarah dan juga karya seni lainnya memang pilihan yang tepat ya. Beberapa tahun lalu mw liat sunset dr ratu boko tapi sayang pengunjungnya banyak dan memutuskan untuk berpaling dari ratu boko

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      benar sekali bang. kalau mau sunset di Ratu Boko nampaknya harus memilih hari biasa deh jangan weekend. karena kalau weekend manusia bertumpah ruah di sana dengan tujuan yang sama. hahahha

LEAVE A COMMENT

RAMA MURTABA
INDONESIA

Nama saya Rama, seorang melankolis yang sedang menggeluti hobi barunya dibidang fotografi dan travelling. Dengan web ini saya akan membagikan pengalaman saya yang dibagi dalam tiga kategori yaitu Jalan, Jajan, dan Kamar.

MY TWO CENTS

“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters wi“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”th new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”