Yam-Yam Thai & Western Restaurant
Jajan

Mencicipi Pasta Saus Hijau di Yam-Yam Thai & Western Restaurant

on
30 September 2018

Melanjuti explore jogja hari ke-2 (baca juga: Explore Jogja Hari Ke-2 : Menyesal ke Jogja di Hari Senin) yang membuat saya badmood karena itinerary tidak sesuai dengan rencana, pasta adalah solusi lainnya. FYI guys, pasta dan sushi adalah dua makanan favorit saya yang sering sekali saya jadikan pelarian di saat mood sedang jelek. Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya mencicipi menu yang ada di salah satu retoran di Jogja. Restoran yang menawarkan makanan ala Thailand dan western di bilangan Prawirotaman, Jogja. Lokasinya bersebalahan dengan Il Tempo Del Gelato, yup Yam-Yam Thai & Western Restaurant.

Yam-Yam Thai & Western Restaurant

Yam-Yam Thai & Western Restaurant | Sumber: jajakarama.com

Mengusung tema open space

Beda, mungkin itulah kata yang pantas untuk menggambarkan Yam-yam Thai & Western Restaurant. Kenapa begitu? Karena disaat hampir semua restaurant memilih interior semenarik mungkin untuk terlihat berkelas, tapi tempat makan yang satu ini tidak. Tanpa pintu dan jendela, Yam-Yam Thai & Western Restaurant menjamu para tamu yang akan makan di sana. Tentu ada sisi positif dan negatif dari konsep yang diusung oleh restoran ini. Positifnya adalah tidak mengeluarkan biaya untuk membeli pintu dan jendela pastinya dan bisa mengandalkan angin dari luar untuk menyejukkan suasana. Tapi negatifnya adalah polusi dari jalanan juga akan ikut masuk ke dalam lokasi restoran.

Yam-Yam Thai & Western Restaurant

Yam-Yam Thai & Western Restaurant | Sumber: jajakarama.com

Untuk interiornya, Yam-Yam Thai & Western Restaurant memilih kayu sebagai materialnya. Terkesan klasik memang, tapi restoran ini menyiasatinya dengan memberikan sebuah dekorasi tanaman hias di setiap meja. Memberikan kesan segar dan sejuk saat akan menyantap makanan yang disajikan.

Green Curry Spaghetti
Yam-Yam Thai & Western Restaurant

Green Curry Spaghetti by Yam-Yam Thai & Western Restaurant | Sumber: jajakarama.com

Sebenarnya pesanan saya yang satu ini bisa dibilang sebuah ketidaksengajaan. Saya tidak suka sayur, tapi yang saya pesan adalah pasta dengan segudang sayuran. Saya tertipu dengan nama dan keterangan yang ada di menu. Green Curry Spaghetti, “spaghetti dengan saus kari hijau dengan pilihan daging (ayam, sapi, atau seafood)” begitulah yang tertulis di keterangan menu. Tapi ternyata yang datang lebih dari itu, topping sayuran lupa dituliskan pada keterangan menu. Untungnya sayuran yang diberikan dominan wortel yang memang sangat saya suka, tidak bisa dibayangkan kalau daun-daunan yang lebih dominan. Dari segi rasa, tidak perlu diragukan lagi. Meskipun saya merasa tertipu dari segi penampilan tapi untuk rasa, melebihi ekspektasi saya. Saus kari hijau yang kental, potongan daging ayam dan wortelnya yang empuk, sangat menggugah selera makan. Porsi makanannya juga sangat banyak untuk ukuran saya, jadi memang saya tidak kuat untuk menghabiskannya.

Spaghetti Ki Mao
Yam-Yam Thai & Western Restaurant

Spaghetti Ki Mao by Yam-Yam Thai & Western Restaurant | Sumber: jajakarama.com

Teman saya, sebut saja Moses, memilih Spaghetti Ki Mao untuk menu makan siangnya setelah memakan gelato dengan ukuran besar. Spaghetti pedas ala thailand dengan pilihan daging (ayam, sapi, dan seafood) nampaknya berhasil menggoda Moses. Teman saya yang satu ini memang sangat suka pedas, jadi melihat kata “spicy” pada keterangan menu membuatnya merasa tertantang untuk mencobanya. Moses juga memilih potongan daging ayam sebagai pelengkap, yang membedakan adalah topping jagung muda. Dari segi rasa, pedasnya sudah pas (pas untuk ukuran Moses berarti sangat pedas untuk saya yang tidak kuat dengan pedas). Jadi, keterangan “spicy”-nya sesuai lah ya dengan rasa makanannya. Tekstur ayamnya sedikit berbeda dengan yang saya pesan, karena diolah dengan cara dibakar. Sedangkan dari spaghettinya sendiri sudah pas dari tingkat kematangannya.

Lychee Tea
Yam-Yam Thai & Western Restaurant

Lychee Tea by Yam-Yam Thai & Western Restaurant | Sumber: jajakarama.com

Sangat kecewa untuk minumannya, saya pesan Lychee Tea dengan harapan bisa mengunyah buah leci di siang hari. Tapi ternyata yang datang adalah teh yang diberi perasa buah leci, yup tanpa buah leci. Klimaks banget sih menurut saya untuk yang satu ini. Lebih baik menaikkan harganya dengan menambahkan buah leci di dalamnya, dari pada hanya menyajikan flavored tea seperti ini. Itulah yang ada di pikiran saya saat itu. Kenapa? Karena dari segi cita rasa makanan dan harga makanannya memang sudah sekelas restoran bukan kafe. Jadi cukup fatal sih dengan adanya flavored tea ini menurut saya.

Alamat Yam-Yam Thai & Western Restaurant
Yam-Yam Thai & Western Restaurant

Yam-Yam Thai & Western Restaurant | Sumber: jajakarama.com

Secara keseluruhan dari segi rasa makanan T.O.P B.G.T lah, so buat kamu yang memang tertarik untuk mencoba makanan yang ada di Yam-Yam Thai & Western Restaurant bisa menuju ke Il Tempo Del Gelato yang ada di Jalan Prawirotaman. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, lokasi Yam-Yam Thai & Western Restaurant bersebelahan dengan Il Tempo Del Gelato. Berikut alamat lengkapnya:

Jl. Prawirotaman No. 39,

Brontokusuman, Mergangsan

Daerah Istimewa Yogyakarta. 55153

+62812-2645-6451

instagram: Official Instagram Yam-Yam Thai & Western Restaurant

Biaya yang dikeluarkan

Berikut biaya yang dikeluarkan oleh saya dan Moses untuk makan di Yam-Yam Thai & Western Restaurant:

Yam-Yam Thai & Western Restaurant

Biaya Makan di Yam-Yam Thai & Western Restaurant

TAGS
RELATED POSTS
27 Comments
  1. Balas

    ristiyanto

    1 Oktober 2018

    Kalau Il Tempo Del Gelato, saya pernah datang dan menikmati kelezatannya. Untuk masakan luar negeri saya lebih cocok dengan makanan Jepang.

  2. Balas

    Maria Widjaja

    1 Oktober 2018

    Karena membaca artikel ini, saya jadi penasaran sama green curry spagheti-nya. I’ll try to dine in this place on my next visit to Yogya.

    Thank you for sharing, Kak Rama.

  3. Balas

    Inez

    2 Oktober 2018

    mahal jg ya pasta segitu. Berasa kaya makan di mall Jakarta aja utk harga segitu, kalo enak sih worth it 🙂
    ini jam 4 pagi dan gw ngeliatin makanan yg difoto rama. dan gw jd laper dong. hmm

  4. Balas

    Airin

    2 Oktober 2018

    Enaknya.. bener2 menggugah selera.. hari ini gue mau makan spageti

  5. Balas

    airin

    2 Oktober 2018

    Review makanan yang menarik, sayang walaupun deket rumah (masih satu kota) tapi kurang suka sama spaghetti, nice info

  6. Balas

    Tuty prihartiny

    2 Oktober 2018

    Sebagai vegetarian, saya cukup lega jika suatu saat mampir ke Yam_Yam Thai & Western Restaurant. Ada menu Green Curry Spaghetti yang di dominasi sayuran…

  7. Balas

    Dayu Anggoro

    2 Oktober 2018

    Wah thanks banget untuk referensinya bang. Bisa dijadikan acuan kalo ke Jogja.

  8. Balas

    Kelanakucom

    2 Oktober 2018

    Jogja istimewa. Itu pastanya bikin laper per per. Untungnya ga bikin baper. Hehe

  9. Balas

    Febi

    2 Oktober 2018

    Baca rekomendasinya jd pgn nyoba..
    Btw, ada menu bebek ngga disitu cz gw suka bebek?..wkwk..

    Nice post 🙂

  10. Balas

    Ifa Mutia

    3 Oktober 2018

    Jogja memang komplit plit ya…
    Bisa jadi referensi nih kalau ke Jogja dengan anak anak. Mereka suka pasta dan disini pastanya plus sayuran.

  11. Balas

    Antin Aprianti

    3 Oktober 2018

    Zonk banget itu ice lychee teanya tapi spaghettinya terlihat enak.

  12. Balas

    Yunita Tresnawati

    3 Oktober 2018

    Dari judulnya aja sudah bikin ngiler, deskripsi dan fotonya bener2 bikin ngiler. Jogja memang luar biasa, tak pernah kehabisan alasan untuk dikunjungi, jalan Prawirotaman punya banyak kuliner enak nih, pas aku ke Il tempo del Gelato kayanya belim ada resto ini, apa aku ga ngeh ya

  13. Balas

    Deny Oey

    3 Oktober 2018

    Minumannya antiklimaks banget ya malah nyajiin flavoured tea..
    Btw gw dua kali ke prawirotaman tapi koq gk noticed resto ini ya. Apa baru buka? Hhhmmm..

  14. Balas

    Kartini

    3 Oktober 2018

    Masih berlanjut dengan cerita Kak Rama di Jogja yaa. Hemm, makan itu memang obat dari segalanya ya Kak. Apalagi makanannya kece-kece begitu

  15. Balas

    Galuh

    3 Oktober 2018

    Jogja emang gak ada abisnya ya buat tempat makan seru kek begini

  16. Balas

    INA

    3 Oktober 2018

    Peawirotaman kawasan yg banyak bulek paklenya haha, dulu sering lewat sini sih tapi ga ngeh klo ada yamyam ini, apa ini tempat baru?

  17. Balas

    Dewi Setyowati

    3 Oktober 2018

    Il tempo gelato sudah cobain, sedangkan resto ini, enggak tahu..mungkin karena di otak fokusnya cuman angkringan, soto dan pecel di bringharjo, hahahaha..Anyway thanks sharingnya, Ram..

  18. Balas

    Maya Nirmala Sari

    3 Oktober 2018

    Buat ukuran di Jogja, harganya lumayan mahal, huhuhu. Padahal pengen nyobain juga sih, tapi jadi mikir dulu nunggu tanggal muda aja.

  19. Balas

    Evi

    3 Oktober 2018

    Toss Ka Rama..
    Kita punya habits yg sama.. Kalau lg kesell.. Obatnya adalah makan uenaakk.. Hehe..

  20. Balas

    Lelyna

    3 Oktober 2018

    aku lebih tertarik sma spaghetti ki mao nya karena ada jagmud nya, I like it I like it

  21. Balas

    Citra Rahman

    3 Oktober 2018

    Wwwwwow harganya lumayan yah. Enaknya sih kalau ditraktir baru bisa menikmati makanan seperti tampilannya di atas. Hahahaha… #sobatmisqien

  22. Balas

    Iqbal

    4 Oktober 2018

    Tapi lebih seru kalau ke Jogja itu ngulk makanan tradisionalnya

  23. Balas

    Lisa Fransisca

    4 Oktober 2018

    Habis baca tulisan pempek, sushi, dan sekarang pasta. Sukses bikin perut keroncongan. Hahaha. Btw, green curry sphagetti-nya menarik sekali, semoga bisa ke sini kalau mengunjungi Jogja nanti.

  24. Balas

    lenifey

    4 Oktober 2018

    Kalo aku setiap ada tulisan teh leci atau teh strawberry suka nanya dulu pas mesen apakah dikasih potongan buah atau tidak.. btw es tehnya mahal ya 12 rebu.. hahah.. salah fokus..
    Itu spageti ki mao nya sepertinya enaak. Hahaha..

  25. Balas

    titi

    5 Oktober 2018

    kamu anti mainstream yaa, di jogja malah mkn makanan thailand. tapi boleh juga nih dicoba kalau sudah bosan mkn gudeg dan oseng mercon

  26. Balas

    fajar

    6 Oktober 2018

    nyam-nyam jadi ingin mencoba masakan yang di tulis di blog ini……

  27. Balas

    Eka Rahmawati

    7 Oktober 2018

    Duhhh ngiler saya liat foto2 makanannya. Kalo diliat harganya sih emg rada mahal. Tapi tampilan makanannya cantik dan baca tulisan Mas Rama yg bilang makanannya enak, worth it lah yaa 🙂

LEAVE A COMMENT

RAMA MURTABA
INDONESIA

Nama saya Rama, seorang melankolis yang sedang menggeluti hobi barunya dibidang fotografi dan travelling. Dengan web ini saya akan membagikan pengalaman saya yang dibagi dalam tiga kategori yaitu Jalan, Jajan, dan Kamar.

MY TWO CENTS

“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters wi“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”th new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”