Explore Jogja
Jalan

Explore Jogja Hari Ke-2 : Menyesal ke Jogja di Hari Senin

on
9 Agustus 2018

Perjalanan saya di explore jogja pun masih berlanjut sampai hari kedua dengan segala insiden yang terjadi. Mulai dari ketinggalan pesawat hingga banyaknya tempat wisata di Jogja yang tutup di hari Senin. Pada awalnya saya berniat melakukan city tour di hari kedua ini, beberapa destinasi wisata pun telah masuk ke dalam daftar yang wajib dikunjungi. Tapi kenyataannya? haft! Saya harus mengubah haluan karena Museum Vredeburg dan Monumen Jogja Kembali tidak beroperasi di hari Senin. Karena sudah badmood untuk berkeliling dan mencari di google, jadilah saya menuruti keinginan Moses yang sejak kemarin ingin sekali ke Candi Prambanan. Note: jangan ditiru ya, lebih baik kamu melakukan trip ke Candi Ratu Boko dan Candi Prambanan di hari yang sama. Kenapa? karena kamu bisa membeli tiket paket tur candi tersebut saat berkunjung ke Candi Prambanan.

Baca juga: Explore Jogja Hari Ke-1 : Menikmati Sunset di Candi Ratu Boko

Gagal masuk ke Musem Vredeburg, hanya foto dari depan
Explore Jogja

Tampak depan Museum Vredeburg | Sumber: jajakarama.com

Mungkin ini bisa saya jadikan pelajaran untuk explore jogja selanjutnya. Kenapa? karena saya hanya fokus pada ART Jog sehingga lupa memperhatikan mengenai jam operasional dari setiap destinasi wisata yang masuk ke dalam daftar. Menyesal? Ya, mungkin bisa dibilang seperti itu karena seharusnya di hari pertama saya ke Museum Vredeburg saja karena Taman Sari dan Situs Warungboto pun tidak tutup di hari Senin. Arghhh, kesal rasanya tapi mau bagaimana lagi, ibarat pepatah “nasi sudah menjadi bubur“.

Explore Jogja

0 Km versi Kota Jogjakarta | Sumber: jajakarama.com

Pada akhirnya pun, saya hanya menikmati tempat-tempat di sekitar Museum Vredeburg. Yup, sisi 0 km dari Kota Jogja pun tak luput menjadi objek foto saya saat itu. “Daripada tidak ada yang difoto“, begitulah pikir saya saat itu. FYI guys, jadi kawasan titik 0 km Kota Jogja ini merupakan sebagai titik penentu jarak tempat antar daerah dari Kota Jogja, baik itu yang berada di dalam ataupun di luar Kota Jogja. Dan jangan aneh ya guys kalau kamu berkunjung ke Kota Jogja, masyarakat asli sini dan yang sudah lama menetap di sini sangat bisa membaca arah mata angin. Mereka menggunakan itu sebagai patokan memberikan petunjuk mengenai suatu lokasi yang akan dituju. Agak sedih sih sebenarnya buat saya karena saya agak kesulitan untuk memahaminya saat saya ingin memesan taksi online.

Explore Jogja

Kawasan titik 0 Km Kota Jogja | Sumber: jajakarama.com

Kawasan titik 0 KM Kota Jogja merupakan kawasan wisata sejarah berupa bangunan-bangunan tua atau sering juga disebut dengan istilah “Loji”. Loji memiliki arti bangunan-bangunan tua yang besar dan peninggalan Belanda. Lokasinya yang sangat dekat dengan Jalan Malioboro, membuat kawasan 0 KM Kota Jogja juga menjadi pusat perekonomian bagi masyarakat Kota Jogja. Saat malam hari, kawasan ini dijadikan sebagai tempat nongkrong oleh para pemuda-pemudi.

Harapan yang sia-sia, gagal ke Monumen Jogja Kembali
Explore Jogja

Tampak samping Monumen Jogja Kembali | Sumber: idetrips.com

Entah kesialan apa yang lagi menimpa saya pada trip jogja kali ini. Menyebalkan sekali rasanya, mood berubah menjadi kacau. Lagi-lagi destinasi wisata yang saya inginkan sejak berbulan-bulan lalu tidak berhasil saya kunjungi dan hanya bisa melihatnya dari depan. Keindahan desain bangunannya yang membuat saya tertarik untuk mengunjungi tempat wisata yang satu ini, Monumen Jogja Kembali. Namun karena Monumen Jogja Kembali tidak beroperasi di hari Senin, oleh karena itu saya terpaksa mengambil fotonya dari sumber lain yang tertera di atas.

Explore Jogja

Tampak depan Monumen Jogja Kembali | Sumber: ksmtour.com

Monumen Jogja Kembali juga dikenal dengan sebutan “Monjali” oleh masyarakat sekitar. Monjali merupakan sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak seperti museum pada umumnya yang dibangun berbentuk tabung atau balok, Monjali memiliki desain dengan bentuk kerucut. Yup, inilah yang menjadi daya tarik dari museum yang satu ini. Untuk sementara hanya sebatas ini informasi yang bisa saya tuliskan mengenai Monjali. Semoga di explore jogja selanjutnya, saya bisa mewujudkan hasrat dan keinginan saya untuk mengunjungi dan masuk ke dalam museum ini.

Candi Hindu terbesar, Candi Prambanan
Explore Jogja

Penampakan Candi Prambanan dari jauh | Sumber: jajakarama.com

Karena semua tempat yang masuk daftar saya ternyata tutup di hari Senin, akhirnya saya menyerahkan tujuan selanjutnya ke Moses. Singkat cerita, pada Pukul 09.30 saya dan Moses akhirnya sampai di Candi Prambanan yang berjarak kurang lebih 17 Km dari pusat Kota Yogyakarta. Dengan mengendarai sepeda motor yang kami sewa dan mengandalkan GPS, akhirnya semua pun menjadi mudah di zaman sekarang.

Explore Jogja

Mbak yang tidak dikenal di depan tulisan Prambanan | Sumber: jajakarama.com

Candi Prambanan atau yang juga dikenal dengan Candi Roro Jonggrang merupakan kompleks candi Hindu terbesar yang berada di Indonesia. Candi Prambanan di bangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk tiga dewa utama umat Hindu, yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa. Candi Prambanan masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Candi utama yang berada di pusat kompleks candi memiliki ketinggian 47 meter dan dikelilingi oleh candi-candi kecil lainnya yang mengitari candi utama.

Explore Jogja

Ruas jalan yang berada di atas candi utama | Sumber: jajakarama.com

FYI guys, sebelumnya terdapat 240 buah candi di kompleks Candi Prambanan ini. Namun, pada saat ini hanya terdapat 16 buah candi saja yang tersisa di kompleks utamanya. 240 buah candi tersebut terdiri dari:

  1. 3 Candi Trimurti : Candi Siwa, Wishnu, dan Brahma.
  2. 3 Candi Wahana : Candi Nandi, Garuda, dan Angsa.
  3. 2 Candi Apit : terletak antara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi Utara dan Selatan.
  4. 4 Candi Kelir : terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman dalam atau zona inti.
  5. 4 Candi Patok : terletak di 4 sudut halaman dalam atau zona inti.
  6. 224 Candi Perwara : tersusun di area luar dan mengelilingi halaman dalam atau zona inti.
Menikmati Gelato kekinian di Il Tempo Del Gelato

Setelah dibuat badmoon selama setengah hari karena destinasi wisata tidak sesuai dengan yang diinginkan, akhirnya saya dan Moses memutuskan untuk mencicipi gelato. Il Tempo Del Gelato menjadi pilihan kami karena tempat ini merupakan penyebab maraknya gelato di Indonesia hahaha. Berlokasi di Jalan Prawirotaman No. 43 Brontokusuman, lokasinya cukup jauh dari Candi Prambanan dan membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 1 jam dengan motor. Dan ternyata, Il Tempo Gelato sudah memiliki cabang di Jalan Kaliurang yang lokasinya lebih dekat dengan Candi Prambanan. Jadi, buat kamu yang mau mampir ke Il Tempo Del Gelato dan sudah mepet dengan jam terbang, maka kamu bisa memilih cabang yang ada di Jalan Kaliurang.

Explore Jogja

Gelato ukuran sedang di Il Tempo Del Gelato | Sumber: jajakarama.com

Il Tempo Del Gelato menyediakan banyak pilihan rasa yang bisa kamu pilih dan 4 pilihan ukuran penyajian, tentunya dengan harga yang berbeda. Berikut adalah 4 pilihan tersebut:

Ukuran Jumlah Varian Harga
Kecil 2 rasa Rp 20.000,-
Sedang 3 rasa Rp 40.000,-
Besar 4 rasa Rp 65.000,-
Cone Rp 25.000,-

Saya memilih rasa oreochoconut chocolate, dan thai tea seperti yang ada pada gambar di atas. Untuk rasanya, menurut saya choconut-nya kurang terasa karena chocochips-nya terlalu dominan. Jadi rasa choconut-nya hanya numpang lewat saja di lidah. Sedangkan untuk oreo dan thai tea-nya enak pake banget. Kebetulan saya suka banget thai tea kan ya dan biasanya kalau minuman kekinian thai tea yang dijual itu terlalu dominan manisnya. Tapi kalau gelato rasa thai tea ini tidak, dia benar-benar rasa thai tea asli. duh bingung saya mendeskripsikannya. Kalau kamu suka dan pernah cobain, pasti paham maksud saya.

Kunjungi juga: Official Instagram Il Tempo Del Gelato

Explore Jogja

Sisi dalam Il Tempo Del Gelato | Sumber: jajakarama.com

Perjalanan selesai, saatnya kembali ke J-Town

Karena dua lokasi wisata tutup, explore jogja di hari terakhir pun hanya menyisakan rasa lelah dan kurang puas. Tapi ya sudah, jadikan ini sebagai pelajaran untuk merencanakan semuanya dengan matang. Berikut rincian biaya yang dikeluarkan di explore jogja hari kedua:

Explore Jogja

Rincian biaya explore jogja hari kedua | Sumber: jajakarama.com

TAGS
RELATED POSTS
50 Comments
  1. Balas

    Maria Widjaja

    9 Agustus 2018

    Sepertinya ini sudah menjadi kesepakatan secara nasional yah, kalau tempat-tempat wisata kebanyakan tutup di hari Senin. Banyak museum di Jakarta (termasuk Monas) juga tidak beroperasi di hari Senin.

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      kebanyakan museum memang tutup di hari senin kak, tapi ada beberapa yang tetap buka dan tutup di akhir pekan. haft

  2. Balas

    achi hartoyo

    10 Agustus 2018

    Tempo Gelato yang di Jogja memang enak. Lebih murah daripada yang di Jakarta

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      mas achi bandinginnya sama jakarta. kejam banget. hahaha

  3. Balas

    Deny Oey

    10 Agustus 2018

    Jadi kangen sama gelato, karena tiap ke Jogja pasti mampir ke tempo gelato.. 🍧
    Fyi, tempo gelato di Kaliurang tempatnya lebih nyaman dan luas, ketimbang di Prawirotaman yang kecil dan sumpek, sampe2 yg makan pada berdiri atau ngedeprok di lantai.. 🤦🏻‍♂🤦🏻‍♂

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      next kayaknya harus coba yang di jakal nih. btw terimakasih lho bang den infonya.

  4. Balas

    Taumy

    13 Agustus 2018

    Pantes saja jadi bad mood ya. Kalau itin yang disusun jadi kacau karena jam operasional. Untung lah, ada gelato yang menyegarkan. Minggu depan cobain, mumpung ada jadwal kunjungan ke Jogja

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      cobain bang, harganya juga masih ramah lah sama dompet.

  5. Balas

    Tuty prihartiny

    13 Agustus 2018

    Hi kak Rama, bikin badmood ya kalau hal yang direncanakan tidak dapat di realisasi. Misal karena masalah waktu operasional. Saya pernah juga mengalami ternyata pas saya datang semua museum di kota tersebut sedang tutup untuk renovasi. Sejak itu, sebelum mengunjungi museum, situs atau destinasi lainnya saya coba cari informasi dulu, dapat tidaknya dikunjungi… Walaupun tidak bisa jadi pegangan 100%. Btw, tetap semangat ngetrip ya kak

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      pastinya tetap semangat dong kak. karena manusia kan tidak pernah puas. hahaha

  6. Balas

    Lisa Fransisca

    13 Agustus 2018

    Pengalaman jadi guru yang terbaik ya Kak, next time pasti jadi lebih aware untuk melihat jam kunjungan & hari libur museum.

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      hahaaha benar banget kak lisa. pelajaran banget untuk trip yang kali ini.

  7. Balas

    AMELIA

    13 Agustus 2018

    Kak boleh minta itinerary selama si jogja dan tempat kuliner yang enak-enak di jogja? rencana akhir bulan ini aku mau ke jogja nih, terinspirasi tulisan ini 🙂

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      wah, itin saya secara lengkap mungkin bisa dibaca di artikel explore jogja 1 dan 2 sih.

  8. Balas

    Evi

    13 Agustus 2018

    Tempat yg ingin kita kunjungi tutupp.. Sedih beutt.. Apalagi kita udah dateng jauh-jauh dan pengen banget ke tempat itu.. Tenangg.. Yogyakarta adalah salah satu kota yg never ending story.. Jadi.. Dateng lg yaa ke Yogyakarta.. 😀

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      tentunya kak, selalu saja ada alasan untuk kembali ke jogja. haha

  9. Balas

    airin

    13 Agustus 2018

    rumahku deket tempo gelato yang di jakal.. tapi malah belum pernah masuk, habisnya penuh2 mulu.. males antrinya

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      benar sekali kak. tempo gelato memang penuh terus. hahaha

  10. Balas

    airin

    13 Agustus 2018

    rumahku deket tempo gelato yang di jakal.. tapi malah belum pernah masuk, habisnya penuh2 mulu pas lewat.. males antrinya

  11. Balas

    Antin Aprianti

    13 Agustus 2018

    Sedih banget pas ke Jogja tapi pada tutup, itu tandanya harus balik lagi ke sana ram.
    Btw pas kemarin ke Jogja order grab car ditanya posisi berdasarkan arah mata angin juga dan daku nggak bisa menjawab -_-

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      hahaha ternyata bukan saya doang yang mengalami kesulitan ya mengenai petunjuk warga jogja. di saat warga jakarta biasanya memberikan ancer-ancer suatu bangunan, warga jogja memberikan ancer-ancer dengan arah mata angin.

  12. Balas

    Firdaus Soeroto

    14 Agustus 2018

    Perencanaan yang matang memang diperlukan banget ya, Ram. Thank you udah sharing ini ya.

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      terimakasih juga daus sudah mampir.

  13. Balas

    Kartini

    14 Agustus 2018

    aku juga tuh pernah ke benteng vredeburg tapi engga jadi karena udah tutup sih hehe kesorean. tapi untungnya dekat tempat penginapan dan juga dekat kemana-mana jadi yaa jalan aja sekitaran malioboro sama keraton hehe.
    btw, setauku museum memang kalau hari senin tutup ya kak

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      kebanyakan museum memang tutup di hari senin, tapi ada beberapa museum yang buka dan tutup di akhir pekan. makanya saya pikir ini termasuk kategori “beberapa” hahaha. ternyata salah.

  14. Balas

    Yunita Tresnawati

    14 Agustus 2018

    Waduh kalau ngalamin kaya gini sih pasti bete to thw Max, untung aja gelato buka ya. Berarti jangan ke lokasi wisata di hari senin kalau begitu

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      benar kak yun. haha memang penyesalan selalu datang belakangan ya.

  15. Balas

    Putri Reno

    14 Agustus 2018

    Life must go on. Jika udah jadi bubur tinggal tambahin ayam suir dan cakwe. Bagaimanapun keadaan yang di temui pasti ada oleh oleh yang di bawa pulang. Di bungkus pada cerita perjalanan. Dan menjadi pengalaman yang berharga.

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      benar sekali kak. makanya tetap mencoba untuk menikmati perjalanan di hari terakhir ini. untungnya ada gelato. hahaha

  16. Balas

    Galuh

    14 Agustus 2018

    emang Gelato yee, racun bgt kl lagi pas jalan2

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      racun yang menyegarkan ya bang. haha bukan mematikan.

  17. Balas

    Henry Irawan

    14 Agustus 2018

    Kesel ya pasti sudah menyusun itinerary matang dan rencana mengunjungi destinasi yang sudah diinginkan dari beberapa hari lalu hehe.

    Btw, tempo gelato yang paling deket dengan malioboro dimana ya mas? Belum pernah nyoba soalnya

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      tempo gelato yang dekat dari malioboro ya di prawirotaman itu bang. tapi ramai kalau siang, karena pasti banyak yang mengincar gelato disaat terik matahari lagi panas-panasnya. hahaha

  18. Balas

    Citra Rahman

    14 Agustus 2018

    Ya ampuuun…aku membaca ini jadi mengingatkan kembali perjalanankku ke Yogya setelah lebaran beberapa bulan lalu yang enggak banyak ke mana-mananya. Hahahaha…
    Dari semua daftar di atas, aku cuma ke tugu nol kilometer doang. Yang lainnya skip karena mager di penginapan. 😀

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      hahahaha, jauh-jauh ke jogja ujung-ujungnya cuma staycation doang ya kak. beberapa orang memang suka sekali staycation sih.

  19. Balas

    Sally

    15 Agustus 2018

    Manusia hanya bisa berencana, sisanya Tuhan yang menentukan. Ga apa mas next, Tuhan akan kasih kesempatan lagi untuk berkunjung. Semangat meng-explore Indonesia 😊

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      Duh baca komen kak sally paling beda ya. nenangin banget rasanya. iya kak, benar banget. suatu saat harus balik lagi ke jogja dan mengunjungi tempat wisata yang belum pernah dikunjungi.

  20. Balas

    Dayu Anggoro

    15 Agustus 2018

    Kalo gw si sebelum jalan ke suatu tempat, sebisa mungkin cari info yang detil biar ga zonk kaya ceita Bang Rama.

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      Iya bang dayu, biasanya saya selalu well prepared lah bisa dibilang, tapi kali ini beda karena terlalu fokus sama art jog jadi mengabaikan yang lainnya. hahaha

  21. Balas

    icha

    15 Agustus 2018

    Berarti rama harus balik lagi ke jogja di hari lain hehe

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      tentunya kak cha, entah kapan yang jelas MonJaLi wajib banget saya kunjungi. lol

  22. Balas

    Ajiza desi purnamasari

    15 Agustus 2018

    Hmmm baca ini jadi rindu sama kampung halamanku
    Jogja memang membuat rindu
    Baru tau ternyata banyak tempat wisata yg tutup yah kalo hari senin heheheee

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      benar sekali. selalu saja ada alasan untuk kembali ke Jogja. hahaha

  23. Balas

    Ina

    15 Agustus 2018

    Waahh emng perlu bgt yaa cari info wisata yg mau kita kunjungin sebelum hari H biar ga nyesel kaya gini hehe

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      benar banget kak. jangan terlalu fleksibel juga sebenarnya. pelajaran banget sih ini buat saya karena terlalu fokus dengan art jog.

  24. Balas

    Inez

    15 Agustus 2018

    museum kayanya setauku emang tutup tiap hari senin

    • Balas

      Rama Murtaba

      16 Agustus 2018

      Iya kak inez, kebanyakan museum memang tutup di hari senin. tapi ada juga beberapa museum tidak tutup di hari senin. intinya kurang persiapan aja sih karena terlalu fokus sama art jog.

  25. Balas

    febi

    24 Agustus 2018

    Sayang sekali ya, banyak yang tutup di hari senin..
    Gue juga pernah ngalamin yang agak serupa..
    Dateng ke Galeri Nasional Indonesia (GNI) saat di hari terakhir hari libur cuti bersama, ternyata GNI-nya tutup..hehe..

    Tapi hal kayak gini perlu juga di-share , buat jadi info buat yang lagi cari tips jalan-jalan yang targetnya terutama museum..

    Nice article..

    • Balas

      Rama Murtaba

      27 Agustus 2018

      Hahaha, bener kak. Kebanyakan memang tutup di hari senin. Tp ada beberapa yang buka. Makanya harus bener-bener terencana dengan baik lah.

  26. Balas

    lenifey

    31 Agustus 2018

    Wah paling sedih sih ini.. ketinggalan pesawat terus jadwal berantakan.. pasti kesal sekali..
    Tapi untung masih bisa mampir ke prambanan sama tempo gelato.. disana memang eskrimnya rata2 enak.. trus tempatnya bagus buat foto2.

LEAVE A COMMENT

RAMA MURTABA
INDONESIA

Nama saya Rama, seorang melankolis yang sedang menggeluti hobi barunya dibidang fotografi dan travelling. Dengan web ini saya akan membagikan pengalaman saya yang dibagi dalam tiga kategori yaitu Jalan, Jajan, dan Kamar.

MY TWO CENTS

“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters wi“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”th new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”